matematika

Matematika sebagai sarana pembentukan pola pikir siswa dapat diukur dari kemampuan atau kecakapannya (Mathematical Proficienncy).Rumusan kemampuan dan kecakapan matematika adalah sebagai berikut:

1. Conceptual Understanding, yaitu kemencakupan konsep, operasi dan relasi dalam matematika yang dimiliki siswa.

2. Procedural Fluency, yaitu kemahiran siswa dalam menggunakan prosedur secara fleksibel, akurat, efisien, dan tepat.

3. Strategic Competence, yaitu kemahiran atau kemampuian siswa untuk merumuskan, menyajikan, serta memecahkan masalah-masalah matematika.

4. Adaptive Reasoning, yaitu kapasitas untuk memperkirakan, mereflkesikan, menjelaskan, dan menilai matematika.

5. Productive Disposition, yaitu kebiasaan siswa yang cevderung melihat matematika sebagai sesuatu yang masuk akal, berguna, dan berharga bersamaan dengan kepercayaan mereka terhadap ketekunan dan keberhasilan dirinya sendiri dalam matematika.

Sumber:

Kllpatrick et al (2001). Adding It Up: Helping Children Learn Mathematics